EkspresNEWS.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disejumlah daerah di Indonesia disebabkan karena adanya lonjakan konsumsi yang dilakukan oleh pengguna kendaraan bermotor dan tidak adanya tambahan kuota hingga akhir tahun. Dalam anggaran pendapatan belanja negara perubahan (APBN-P) volume BBM dipangkas menjadi 46 juta kiloliter yang sebelumnya 48 juta kiloliter.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan bahwa anggaran subsidi dan volume BBM sudah dikunci pada besaran dan angka yang telah ditetapkan pemerintah tak mampu mengimbangi jumlah lonjakan konsumen tahun ini.
Sementara itu, Juru Bicara PT Pertamina Ali Mundakir kepada EkspresNews mengatakan bahwa fenomena antrean dan kehabisan stok BBM disejumlah SPBU bukan karena kelangkaan. “Hal ini sesuai dengan sisa kuota yang ditetapkan APBN-P 2014,” ujarnya, Senin (25/8) di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa untuk jatah BBM bersubsidi akan disalurkan secara merata sesuai dengan alokasi volume untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya sejak 18 Agustus 2014. “Langkah tersebut untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat,”
No comments:
Post a Comment